Hindari Kesalahan Mencuci Tangan dan Cara Menggunakan Sabun Saniter Secara Tepat
By: Date: May 11, 2021 Categories: Kesehatan
main image

Baru-baru ini, ditemukan fakta bahwa virus Covid-19 mengharuskan kita untuk tetap waspada dan peduli terhadap kesehatan kita sehingga kita bisa terhindar dari paparan virus yang sudah lebih dari satu tahun muncul di Indonesia. Salah satu hal yang perlu kita lakukan ialah menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan dengan sabun saniter serta menggunakan masker. Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih mengesampingkan pentingnya penerapan protokol kesehatan ini serta tidak mencuci tangan secara tepat.

Padahal faktanya, kebiasaan rajin mencuci tangan akan membantu kita untuk terhindar dari berbagai risiko penyakit, termasuk salah satunya terpapar virus Covid-19. Namun, masih banyak yang tidak mencuci tangan secara tepat sehingga menyebabkan adanya penyebaran virus dan bakteri. Lantas, apa saja kesalahan dalam mencuci tangan yang perlu kita hindari? Simak jawabannya pada penjelasan di bawah ini!

1. Mencuci tangan hanya dengan menggunakan sedikit sabun saniter

Berdasarkan statement Dr. Aileen Marty, MD, dari Florida International University, kesalahan umum yang sering muncul ketika kita mencuci tangan ialah tidak menggunakan sabun saniter dalam jumlah yang sesuai. Padahal, permukaan virus maupun bakteri sebagian terbuat dari bahan-bahan berlemak. Sementara itu bahan-bahan yang ada di sabun bisa membuat reaksi kimia yang pada akhirnya akan mencengkram kuman menggunakan busanya. Pada dasarnya, memang tidak ada jumlah takaran pasti dalam hal penggunaan sabun. Akan tetapi kita bisa memperkirakannya berdasarkan dari seberapa kotor tangan kita. Yang pasti, kita harus menggunakan sabun dengan cukup agar bisa membersihkan tangan secara efektif serta membasmi kuman yang ada di tangan.

2. Mencuci tangan secara terburu-buru

Kebiasaan yang salah dalam mencuci tangan yang harus kita hindari ialah mencuci tangan secara sangat cepat alias terburu-buru. Hal ini akan terasa berat pada awalnya, akan tetapi ketika kita membiasakan diri untuk menyisihkan setidaknya 20 detik untuk mencuci tangan, maka kita bisa membuat sabun bekerja efektif untuk menghilangkan kuman dan bakteri maupun virus yang ada di tangan. Seseorang yang mencuci tangan secara terburu-buru tidak akan mendapatkan hasil kerja sabun yang efektif karena bakteri dan kuman yang ada pada permukaan kulit akan menempel dan tidak menghilang sepenuhnya. Berdasarkan pendapat dari Mayo Clinic, kita disarankan untuk menggunakan waktu selama setidaknya 20 detik agar efektif untuk mencegah risiko terpapar virus.

3. Tidak membersihkan seluruh bagian tangan

Ketika sedang membersihkan tangan, mungkin masih ada dari kita yang hanya fokus untuk mencuci bagian telapak tangan saja. Padahal, saat mencuci tangan kita juga perlu memperhatikan bagian lain seperti bagian sela-sela jari serta bagian belakang tangan. Bagian sela-sela jari tangan dan bagian belakang tangan juga bisa menjadi area tinggalnya kuman. Makanya, kita harus membersihkannya dengan cara menggosokkan sela-sela jari serta belakang tangan.

4. Tidak mengeringkan tangan

Kesalahan lainnya yang juga kerap terjadi dan tidak disadari ialah tidak mengeringkan tangan setelah dicuci. Kita mungkin beranggapan bahwa setelah mencuci tangan, maka semua virus dan bakteri sudah menghilang. Padahal, jika tidak mengeringkan tangan, kita justru bisa memicu penyebaran bakteri loh! Berdasarkan pernyataan dari CDC, kuman dan bakteri bisa lebih mudah berpindah saat tangan kita masih basah. Makanya setelah kita mencuci tangan dan memegang sesuatu seperti gagang pintu, justru hal tersebut menandakan bahwa kita telah mengotori tangan lagi dengan kuman dan bakteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *