5 Ciri Masker Kain Yang Layak Digunakan Untuk Mencegah Penularan Virus
By: Date: February 8, 2021 Categories: Kesehatan
main image

Saat ini, masker wajah menjadi benda yang paling dicari lantaran semakin menjadi jadinya penyebaran virus corona yang terjadi melalui droplet (percikan ludah saat batuk dan bersin). Saking banyaknya masyarakat yang menggunakan masker bedah sekali pakai (surgical mask) menyebabkan tenaga kesehatan kesulitan untuk mendapatkannya.   

Kelangkaan masker bedah yang didominasi berwarna hijau itu juga diikuti oleh masker N-95 atau respirator yang diyakini lebih efektif dalam menyaring partikel yang lebih kecil. Akibatnya, menjadi semakin tingginya tingkat infeksi virus corona di kalangan tenaga medis. 

Oleh karena itu direkomendasikan penggunaan masker kain sebagai cara mencegah penularan virus corona. Mengingat saat ini ada banyak sekali masker kain yang diproduksi dengan berbagai model, maka kamu diharuskan untuk memperhatikan beberapa aspek supaya masker yang dipilih layak digunakan. 

Berikut dibawah ini 5 ciri masker kain yang layak digunakan untuk mencegah penularan virus, diantaranya yaitu :

  • Menutup Bagian Tepi Wajah Dengan Sempurna

Pastikan masker kain yang dipilih cukup lebar sehingga bisa menutupi bagian pangkal hidung dan sebagian besar pipi. Kamu juga bisa memilih model masker yang sama persis dengan masker bedah sekali pakai ataupun yang bentuknya cenderung bulat seperti masker N95. 

  • Memiliki Tali Pengikat Atau Karet Telinga

Tali pengikat ataupun karet yang digunakan untuk mengaitkan masker ke telinga itu harus bisa menjaga masker supaya tetap berada di tempatnya selama kamu beraktivitas. Tali atau karet yang terlalu longgar berisiko membuat kamu akan lebih banyak menyentuh wajah untuk mengoreksi posisi masker. 

  • Terdiri Dari Beberapa Lapis Kain

Karena setiap kain itu memiliki ketebalan serta kerapatan struktur serat kain yang berbeda beda, sehingga menggunakan masker kain yang terdiri dari beberapa lapis tentunya akan lebih aman untuk menahan percikan ludah. 

Tim Pakar Gugus Tugas Penangan COVID-19 merokemendasikan menggunakan masker kain minimal terdiri dari 3 lapis kain. Soal materialnya, Johns Hopkins Medicine merekomendasikan untuk menggunakan kain katun 100 % atau kain katun yang ditenun tanpa dicampur benang lain. Ciri kain yang seperti itu adalah tidak melar jika tarik. 

  • Tidak Menghalangi Jalan Napas

Meski begitu, masker kain yang terlalu tebal juga tidak baik karena bisa menghalangi jalan napas. Oleh karena itu, kamu harus coba dulu masker kain yang dipilih. Pastikan saat menggunakannya, kamu masih bisa bernapas namun masker tetap menutupi bagian mulut dan hidung dengan sempurna.

  • Jika Dicuci Tidak Berubah Bentuk

Beberapa jenis kain bisa mengalami perubahan bentuk saat bersinggungan dengan mesin cuci. Contohnya, kain bisa melonggar karena putaran mesin atau sebaliknya bisa menciut karena mesin pengering. Jika setelah mencucinya masker kamu berubah bentuknya, maka pilihlah  bahan lain yang lebih kokoh. 

Setiap kali masker kain selesai digunakan, kamu harus mencucinya. Oleh karena itu, alangkah baiknya masker kain yang kamu miliki lebih dari satu. Kamu tidak boleh melepasnya, lalu menyimpannnya kedalam  tas, dan menggunakannya kembali. 

Yang harus diingat, penggunaan masker kain ini bukanlah sarana utama supaya terhindar dari penularan virus corona. Karena ada cara paling efektif lainnya yang bisa dilakukan untuk melindungi diri kamu dari virus corona yaitu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir, serta melakukan physical distancing. Namun jika kamu masih harus bekerja di area publik, dan khawatir berpotensi menjadi carrier atau pembawa virus corona bagi orang orang di sekitarmu, maka menggunakan masker kain bisa menjadi pilihan paling tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *