Berikut Ini Dampak Negatif dan Positif Dari Mengkomsumsi Jengkol Bagi Ibu Hamil

Banyak Dipertanyakan, Apakah Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Jengkol

Jengkol merupakan makanan yang memiliki ciri khas aroma yang sangat menyengat. Makanan ini memiliki rasa yang enak dan lezat sehinga banyak sekali orang yang menyukai jenis makanan ini. Dan jengkol ini diklaim bisa meningkatkan selera makan kita. Namun dibalik semua itu ternyata jengkol kalau dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh, terutama bagi ibu hamil. Selain itu, cara memasak jengkol untuk ibu hamil juga harus benar-benar matang. Oleh karena itu, dalam tulisan kali ini akan memberikan informasi tentang beberapa dampak negatif dari mengkonsumsi jengkol bagi ibu hamil sebagai berikut :

Mengakibatkan Nyeri Punggung

Jengkol ini memiliki kandungan yang bernama asam jengkolat yang bisa mempengaruhi kerja ginjal di dalam tubuh kalau dikonsumsi secara berlebihan, dan dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat pada area di sekitar punggung ibu hamil. Untuk itu sebaiknya ibu hamil mengurangi makanan jengkol pada saat usia kandungan 8 bulan supaya tubuh tetap fit untuk mempersiapkan kelahiran sang bayi.

Kinerja Ginjal Menjadi Meningkat

Jika mengkonsumsi jengkol secara belebihan akan mengakibatkan air seni menjadi pesing, hal ini menunjukkan bahwa amoniak pada tumbuhan ini cukup banyak sehingga kinerja ginjal menjadi lebih meningkat daripada biasanya.

Pencernaan Menjadi terganggu

Kandungan serat yang ada pada jengkol bisa membantu sembelit pada ibu hamil, namun jika terlalu banyak mengkonsumsi jengkol, serat tersebut justru akan masuk pada tubuh wanita yang sedang hamil. Akibatnya akan terkena mencret atau diare. Asam amino pada jengkol juga bisa berfungsi untuk mempecepat proses pencernaan namun bisa berdampak buruk pada usus halus.

Jika diatas tadi adah dampak negatifnya, maka di bawah ini adalah beberapa dampak positifnya :

  • Sebagai Sumber Kalsium

Jengkol bisa berperan sebagai sumber kalsium bagi para ibu hami, yang berfungsi untuk menjaga otot agar tetap stabil.

  • Penangkal Osteoporosis

Kalsium pada jengkol bisa mencegah osteoporosis pada ibu hamil dan pasca melahirkan.

  • Sebagai Sumber Energi

Selain sebagai sumber kalsium, ternyata jengkol bagi para ibu hamil juga bisa berperan sebagai sumber energi lho. Jika dikonsumsi sesuai dengan porsinya, maka stamina tubuh ibu hamil akan kembali pulih. Mengapa bisa demikian? pasalnya, hal itu dikarenakan jengkol memiliki kandungan frutkosa, surkrosa, dan juga glukosa.

 

Ini Dia Beberapa Ciri Khusus Dari Bagian Tubuh Ketika Waktu Subur

1. Tetap lakukan aktivitas semampunya

Apakah kamu termasuk kedalam wanita yang sedang ingin segera cepat hamil? Atau justru menunda dulu untuk hamil? Apapun yang menjadi pilihan kamu maka yang paling penting adalah mengetahui terlebih dahulu ciri ciri dari masa subur. Pasalnya dengan mengetahui waktu subur ini maka kamu akan bisa membuat strategi jitu sehingga bisa segera hamil atau menghindarinya. Kamu tidak harus selalu berpatokan pada sistem kalender untuk mengetahui waktu subur ini. Karena waktu subur ini akan dapat dikenali dengan ciri ciri khusus yang dirasakan oleh bagian tubuh ketika waktu subur. Berikut beberapa ciri khusus dari bagian tubuh ketika waktu subur diantaranya yaitu :

  • Lendir Serviks Mirip Dengan Putih Telur

Pada saat waktu subur maka akan adanya cairan atau lendir serviks transparan yang menyerupai putih telur. Yang perlu diketahui adalah cairan yang keluar ini bukanlah keputihan, tetapi cairan yang justru akan membuat sperma mudah bergerak didalam rahim. Cairan serviks pada wanita didalam setiap siklusnya akan melewati pola perubahan dibawah pengaruh hormon. Lendir serviks ini pada masa puncak kesuburan akan menyerupai putih telur yang mentah dan jika diregangkan dengan jari telunjuk dan jempol akan melebar hingga lebih dari satu inci. Warnanya itu bening, licin, elastis, dan juga tidak menimbulkan bau.

  • Miss V Banjir

Lendir serviks wanita pada masa ovulasi tidak hanya lebih jernih, cair, dan elastis saja, tetapi jumlanya juga semakin melimpah. Lendir serviks yang meningkat ini akan membuat vagina kebanjiran sehingga jangan heran jika celana dalampun dibuat basah. Dan pada saat berhubungan intim pun akan merasa seperti sedang dialiri banyak pelumas dan akan lebih licin rasanya.

  1. Payudara Merasa Nyeri

Adanya beberapa wanita yang merasa nyeri payudaranya beberapa saat setelah siklus haid berakhir. Kondisi yang seperti ini bisa menjadi pertanda untuk mengetahui ciri ciri waktu subur. Penyebab nyeri pada payudara ini disebabkan oleh kadar hormonĀ  progesterone meningkat dan ini sebagai tanda ovulasi.

  • Akan Terasa Lebih Terbuka Dan Lembutnya Leher Rahim

Setelah berakhirnya masa menstruasi maka leher rahim akan berada didalam posisi rendah atau mudah dijangkau, tertutup, kering, dan terasa agak keras pada saat diraba. Leher rahim ini pada saat ovulasi akan berubah menjadi lebih terbuka, terasa lebih lembut seperti bibir, basah dan posisinya itu lebih tinggi atau sulit untuk dijangkau.

Itulah beberapa ciri khusus dari bagian tubuh ketika waktu subur. Selain itu masih ada ciri ciri yang lainnya seperti hasrat bercinta meningkat, adanya bercak cokelat atau flek, nyeri pada salah satu sisi perut, perut terasa kembung, dan ciri yang lainnya.